Di dunia ini terdapat lebih dari 280.000 spesies tumbuhan dan belum termasuk sekitar 100.00 spesies jamur yang semuanya telah diidentifikasi dan telah diberi nama sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Tumbuhan yang tingkat perkembangannya lebih rendah karena hanya memiliki thallus dan tidak memiliki akar, batang dan daun sejati yaitu  terdiri atas alga, fungi (jamur), lichenes, tumbuhan lumut (Bryophyta) dan tumbuhan paku (Pterydophyta).

Dalam pembahasan kali ini, akan dibahas lebih mendalam mengenai tumbuhan lumut (Bryophyta). Lumutdalam bahasa sehari-hari (kolokial) merujuk pada sekelompok vegetasi kecil yang tumbuh pada tempat lembab atau perairan dan biasanya tumbuh meluas menutupi permukaan. Di perairan lumut dapat menutupi dasar atau dinding sungai atau danau Lumut merupakan kelompok tumbuhan yang telah beradaptasi dengan lingkungan darat sehingga disebut tumbuhan darat (teresterial) walaupun masih menyukai tempat yang lembab dan basah. Tumbuhan lumut (Bryophyta)  memiliki ukuran yang relaitf kecil dan hanya beberapa milimeter. Pada masa seperti sekarang ini tumbuhan lumut dapat ditemukan di semua habitat kecuali di laut (Gradstein, 2003). Dalam skala evolusi lumut berada diantara ganggang hijau dan tumbuhan berpembuluh (tumbuhan paku dan tumbuhan berbiji) (Hasan dan Ariyanti, 2004).

Lumut dapat dibedakan dari tumbuhan berpembuluh terutama karena lumut (kecuali Polytrichales) tidak mempunyai sistem pengangkut air dan makanan. Selain itu lumut tidak mempunyai akar sejati seperti yang telah disebutkan diatas dan lumut melekat pada substrat dengan menggunakan rhizoid. Siklus hidup lumut dan tumbuhan berpembuluh juga berbeda (Hasan dan Ariyanti, 2004). Pada umumnya struktur tubuh tumbuhan lumut mempunya ciri –ciri sebagai berikut :

1. Bentuk tubuhnya pipih

2. Bersel banyak

3. Mempunyai dinding sel yang tersusun dari selulosa

4. Melekat pada substratnya

5. Bersifat Aututrof

6. Bentuk akar seperti benang-benang

7. Daunya terdiri atas selapis sel yang mengandung klorofals berbentuk jala

Ada beberapa ahli yang menggolongkan lumut menjadi 2 kelas lumut yaitu lumut hati (Hepaticeae) dan lumut daun (Musci) tetapi hasil penelitian terbaru dibagi menjadi tiga yaitu Briofita (Lumut Sejati), Hepaticeae (Lumut Hati) dan Herecofita (Lumut Tanduk). Berikut akan dibahas mengenai ketiga jenis lumut tersebut.

1.        Briofita (Lumut Sejati atau Lumut Daun)

Disebut lumut daun karena pada jenis ini lumut telah ditemukan daun meskipun ukurannya masih kecil. Lumut daun merupakan jenis lumut yang banyak diumpai sehingga paling banyak dikenal. Kelas Briofita merupakan kelas paling besar dan tinggi tingkatan perkembangbiakkannya diantara ketiga kelas Bryophyta karena baik gametofit maupun sporofofitnya mempunyai bagian – bagian yang lebih kompleks..
Sporofit pada umumnya lebih kecil , berumur pendek dan hidup tergantung pada gametofit. Siklus hidup lumut daun mengalami pergantian antara generasi haploid dengan diploid.

Ciri – ciri dari Briofita :

  1. Protonema berbentuk daun kecil dan tiap protonema hanya akan membentuk satu gametopora.
  2. Gametofora terdiri dari batang – batang yang bercabang dengan daun – daun dan gametofora tidak mempunyai rizoid.
  3. Sporangium mempunyai kaki yang lebar serta hanya berupa lekukan antara kaki dari kapsul dan tidak terdapat peristom pada kapsul.
  4. Fase dominannya adalah berupa fase gametofit
  5. Akarnya belum berupa akar namun masih berupa rhizoid

Lumut daun pada umumnya dapat tumbuh di atas tanah – tanah gundul yang periodik mengalami masa kekeringan bahkan di atas pasir yang dapat bergerak pun dapat tumbuh. Lumut – lumut ini juga dapat kita jumpai diantara rumput – rumput, di atas batu cadas, pada batang pohon dan cabang – cabang pohon, dirawa- rawa tetapi jarang di dalam air.

Tubuh tersusun dari sumbu (batang), daun dan rhizoid multiseluler. Daun tersusun dalam 3 – 8 baris. Daun mempunyai rusuk (simetri radial). Sumbu batang pada lumut daun biasanya menunjukkan diferensiasi menjadi epidermis korteks dan silinder pusat. Alat kelamin tubuh pada bagian ujung batang, sporongium terdiri dari kaki, tangkai dan kapsul. Gigi peristoma terdapat satu atau dua deret melingkari lubang diujung kapsul (Misher et al, 2003) Contoh-contoh spesiesnya adalah Polytrichum juniperinum, Furaria sp, Pogonatum cirratum, dan Sphagnum sp (lumut gambut).

2.        Hepatofita (Lumut Hati )

Disebut sebagai lumut hati karena memiliki bentuk yang menyerupai hati. Tempat tumbuhnya pada tanah – tanah yang cukup basah. Dalam lumut hati dibagi menjadi dua yaitu lumut hati jantan dan lumut hati betina yang masing – masingnya menghasilkan anteridium dan arkegonium. Seperti halnya pada lumut daun (Biofita) yang mengalami pergiliran keturunan lumut hati juga mengalami pergilirian keturunan (metagenesis).

Ciri – ciri dari Hepatofita :

  1. Gametofit bewarna hijau, pipih, dorsiventral, struktur talus sederhana atau terdiferensiasi atas batang dan daun – daun, menempel pada tanah dengan menggunakan rhizoid.
  2. Spora yang berkecambah tidak melalui pembentukan protonema
  3. Sporofit tidak mempunyai sel yang mengandung kloroplas dan didalamnya tidak ada kolumella.

Contoh spesies dari Hepatofita yaitu Marchantia Polymorpha.

 3.        Herecofita / Anthoceropsida (Lumut Tanduk)

Disebut sebagai lumut tanduk karena morfologi sporofitnya mirip seperti tanduk hewan. Anthoceropsida atau lumut tanduk mempunyai gametofit bertalus dengan sporofit indeterminate dan berklorofil. Berbeda dengan Bryophyta lainnya, sel-sel talus Anthocerpsida mempunyai satu kloroplas besar pada masing-masing selnya.  Kapsul berbentuk silindris memanjang dimulai dari bagian ujung kapsul (Hasan dan Ariyanti, 2004). Gametofitnya mirip dengan lumut hati, perbedaannya terletak pada sporofitnya. Sporofit lumut tanduk mempunyai kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari gametofit.

Ciri – ciri Anthoceropsida :

  1. Gametofit berbentuk lembaran
  2. Sporofit berbentuk pipa memanjang ke atas seperti tanduk
  3. Di dalam tanduk dihasilkan spora
  4. Struktur anatomi talus homogen dan tiap sel mengandung satu kloroplas dengan satu pirenoid yang besar
  5. Sporogonium terdiri atas kaki dan kapsul
  6. Spore berkecambah tidak membentuk protonema
  7. Perkembangbiakkan aseksual sama dengan lumut hati.

Contoh dari spesies Anthoceropsida adalah Anthoceros leavis.

 

 

 

 

 

 

About these ads