Organisasi lembaga pendidikan adalah suatu organisasi yang unik dan kompleks karena lembaga pendidikan tersebut merupakan suatu lembaga penyelenggara pendidikan.  Istilah organisasi mempunyai dua pengertian umum. Pertama, organisasi diartikan sebagai suatu lembaga atau kelompok fungsional, misalnya, sebuah perusahaan, sebuah sekolah, sebuah perkumpulan dan badan pemerintahan. Kedua, merujuk kepada proses pengorganisasian yaitu bagaimana pekerjaan diatur dan dialokasikan di antara para anggota, sehingga tujuan organisasi itu dapat tercapai secara efektif.

Sedangkan organisasi itu sendiri diartikan sebagai kumpulan orang dengan sistem kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Jadi, pada intinya organisasi adalah koordinasi secara rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai tujuan bersama yang dirumuskan secara eksplisit, melalui peraturan dan pembagian kerja serta melalui hierarki kekuasaan dan tanggung jawab. Namun selain itu organisasi juga dijelaskan oleh beberapa ahli yang pada dasarnya mempunyai maksud dan pengertian yang sama dengan pengertian di atas.

Tujuan dari organisasi kelembagaan pendidikan itu sendiri  antara lain adalah menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyaraat yang memiliki kemampuan akademik dan atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, memperkaya khanazah ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Adapun organisasi di dalamnya mengandung beberapa ciri – ciri antara lain adanya seperangkat unsur yang saling bergantung dan saling berhubungan antara satu dengan yang lain, adanya pembagian tugas dan tanggung jawab, adanya perencanaan yang jelas dan adanya koordinasi dan kooperasi yang baik. Sehingga jika ciri – ciri dari organisasi tersebut sudah terpenuhi dengan baik maka tujuan semula dari pembentukan organisasi tersebut juga akan mudah untuk dicapai.

Bentuk – bentuk organisasi memiliki banyak bentuk. Mengapa demikian ? Hal ini sebenarnya bergantung dari bagaimana cara pandang orang mengkategorikan organisasi tersebut. Jika dilihat dari hubungan dengan otoritas maka bentuk organisasi tersebut antara lain yaitu :

  1. Organisasi lini atau garis, dimana otoritas mengalir dari puncak organisasi dilimpahkan kepada unit-unit organisasi di bawahnya dalam semua sektor pekerjaan.
  2. Organisasi lini dan staf, otoritas berasal dari pimpinan puncak dan dilimpahkan kepada unit di bawah, dan terdapat unit organisasi yang membantu pimpinan dalam bidang tertentu.
  3. Organisasi fungsional, organisasi dimana otoritas pimpinan puncak didelegasikan kepada unit-unit organisasi hingga ke paling bawah dalam bidang pekerjaan tertentu dan masing-masing pimpinan unit mempunyai otoritas secara fungsional untuk memerintah semua pelaksanaan dari semua unit sepanjang berhubungan dengan pekerjaannya.
  4. Organisasi lini fungsional, memperlihatkan ciri organisasi lini dan organisasi fungsional.
  5. Organisasi lini-staf-fungsional, memperlihatkan ciri-ciri organisasi lini dan sifat serta organisasi fungsional.

Pada dasarnya bentuk – bentuk organisasi yang terklasifikasi di atas mempunyai bentuk terdapatnya aliran kekuasaan dari pimpinan atau atasan kepada bawahan yang membantu atau staff – staff demi terciptanya keberlangsungan sebuah organisasi yang optimal. Dan bentuk – bentuk tersebut tidak dapat terlaksana jika tidak ada struktur organisasi yang melaksanakan. Oleh sebab itu, jika dihubungkan dengan kelembagaan pendidikan maka struktur organisasi merupakan sebagai sebuah keseluruhan yang menggambarkan kesatuan dari berbagai segmen dan fungsi organisasi yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, ukuran, jenis teknologi yang digunakan dan sasaran yang hendak dicapai dalam proses pendidikan itu sendiri. Struktur dari lembaga pendidikan yang ada di Indonesia tersebut antara lain yaitu Bidang Perencanaan dan Evaluasi, Bidang Pendidikan dan Pelatihan Non – diplomatik dan Teknis, Bidang Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Kerjasama Pendidikan dan Pelatihan, serta Bagian Tata Usaha dan menjadi salah satu struktur organisasi yang fatal sebab menangani masalah administrasi.

Dalam tahap pengimplementasian organisasi kelembagaan ini dibedakan jalur, jenjang dan jenis pendidikan. Jalur pendidikan terdiri atas jalur pendidikan formal seperti sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah yang didalamnya terdapat jalur pendidikan nonformal dan informal. Jenjang pendidikan terdiri atas pendidikan anak usia dini, taman kanak – kanak, pendidikan usia dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan perguruan tinggi. Di Indonesia sendiri sudah diwajibkan untuk mengenyam pendidikan minimal sembilan tahun hingga sekolah menengah pertama sebagai upaya peningkatan mencerdaskan kehidupan berbangsa melalui para generasi muda dewasa ini.

Sedangkan untuk jenis pendidikannya sendiri terdiri atas pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan dan pendidikan khusus seperti Sekolah Luar Biasa untuk orang yang memiliki kekurangan seperti orang cacat.

Sehingga jika ditinjau kembali hal – hal yang telah dipaparkan diatas merupakan komponen – komponen penting yang dibutuhkan dalam berdirinya sebuah organisasi yang bersifat fundamental dan harus ada, tidak boleh tidak. Bagaimana hakikat, tujuan, bentuk, ciri, struktur dan pengimplementasiannya dalam praktek kehidupan pembelajaran langsung di lapangan.