Apakah Anda termasuk orang – orang yang suka makan di luar seperti restoran cepat saji (fast food) atau tempat – tempat lainnya ? Sebelum dan sesudah makan pasti mencuci tangan dong ?  Atau ketika Anda sedang berada jauh dari rumah dan menggunakan fasilitas publik untuk mengeringkan tangan Anda? Agar cepat kering memakai hand dryer karena lebih praktis kan ?

Banyak orang beranggapan hand dryer sebagai bentuk produk hi – tech yang efisien memberikan perlindungan terhadap kuman yang lebih baik daripada menggunakan cara tradisional  menggunakan tisu. Oopsss tunggu dulu, ternyata hand dryer memberikan pengaruh negatif bagi kesehatan.

Pada masing – masing telapak tangan setiap orang terdapat sekitar 500.000 bakteri, menurut dr. Wan Alkadri, Mantan Direktur Penyehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia. “Oleh sebab itu, jika ingin sehat, dianjurkan untuk sering – sering mencuci tangan dan menyingkirkan gerombolan bakteri itu”.

Penyebaran bakteri memang sangat cepat. Dalam waktu empat jam saja, satu sel bakteri dapat berkembang hingga mencapai jutaan. Dan tangan merupakan tempat dengan bakteri yang sangat banyak. Tangan kita banyak menyentuh benda dan permukaan. Tentu kontaminasi akan banyak terjadi melalui tangan kita. “Saat kita menyentuh banyak hal, akan ada banyak bakteri yang hidup di telapak tangan kita. Bakteri-bakteri ini bisa saja masuk dalam tubuh ketika kita menyentuh mata, hidung, atau mulut,” tutur Anis Karuniawati, Sp. MK, Ketua Laboratorium Mikrobiologi FKUI dalam acara bertema Rumah dengan Kuman atau Tanpa Kuman di Balai Kartini, Jakarta, baru-baru ini.

Mencuci tangan tampaknya hal sepele. Tapi ternyata, dengan mencuci tangan, kita bisa mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri-bakteri yang hinggap tanpa kita sadari. Hal yang tidak kalah penting adalah mengeringkan tangan kita setelah mencuci tangan. Banyak yang menggunakan hand dryer untuk mengeringkan tangan, padahal kenyataannya lebih baik menggunakan tisu atau handuk karena kuman terangkat sempurna, sedangkan penggunaan hand dryer justru menyebabkan kuman tetap ada dan bahkan bertebangan.

Jika Anda temasuk orang yang suka mengeringkan tangan dengan hand dryer, kebiasaan ini harus segera dihentikan !! Daripada Anda terjangkit penyakit , pilih mana ? Hayooo ??  Sebenarnya bagaimana hand dryer justru bisa meningkatkan jumlah bakteri ? Pingin tau ? Sookkk mangga kita lihat…..

Ketika para peneliti mencari tahu lebih lanjut, mereka menemukan bagaimana cara penyebaran bakteri melalui hand dryer. Bakteri – bakteri tersebut sudah berada di dalam hand dryer, terimakasih untuk lingkungan di sekitar hand dryer yang hangat. Setiap hand dryer yang diuji, memiliki jumlah bakteri yang tinggi pada inlet udara, sedangkan 97 persen terletak pada daerah permukaan hand dryer. Ini adalah contoh nyata yang banyak terlihat pada toilet – toilet umum. Tentu saja akan berbeda jika Anda melakukan pengukuran di laboratorium yang bersih, Anda akan menemukan jumlah bakteri yang lebih rendah.

Bayangkan saja udara hangat yang bertiup pada tangan yang banyak bakteri sementara bakteri itu sendiri sudah banyak pada hand dryer nya. Hal ini menunjukkan bahwa hand dryer memiliki sebuah potensi ideal untuk mendistribusikan bakteri dan kuman lain melalui udara yang telah terkontaminasi. Masih ingin menggunakan hand dryer ??

Bahkan Centers For Disease (CDC) menyarankan di beberapa pemberitahuan online bahwa toilet umum harus menyediakan tisu dibandingkan penyediaan hand dryer.

Ingin tau lebih lanjut ?? Kita cerita dulu yukkk… Sebuah cerita dari salah satu rakyat Amerika yang menggunakan hand dryer. Banyak orang dalam bisnis pembersihan di Amerika sering memberi tahu bahwa hand dryer di toilet tidak sehat, alat itu menyebarkan kuman dan bakteri ke sekeliling. Kenapa hal ini bisa terjadi?

“Beberapa tahun lalu, saya sedang bekerja dengan seorang agen dan saya memperhatikan setelah dia mencuci tangannya dan melihat tidak ada tisu, hanya hand dryer saja, lalu ia meninggalkan toilet dengan tangan basah. Saya tanyakan hal itu padanya, ia berkata bahwa hand dryer meniupkan banyak kuman dan bakteri ke sekeliling, Ia juga berkata kepada saya, ketika Anda ke toilet lihatlah bagian bawah hand dryer ittu. Di bawahnya terdapat saringan yang seharusnya dibersihkan setiap minggu. Kemudian saya pun memperhatikan hand dryer itu dan terlihat hand dryer tersebut seperti sudah bertahun – tahun tidak dibersihkan. Pada saringan itu terdapat lapisan – lapisan yang jika saya menyebutnya seperti “kue di atas lendir krim (menjijikkan)”.

Penggunaan hand dryer yang menggunakan udara hangat pada tangan inilah yang menyebabkan peningkatan 254 % rata – rata jumlah bakteri pada telapak tangan serta dapat mencemari daerah sekitarnya , menurut sebuah penelitian terbaru oleh University Of Westminster di London. Justru sebaliknya penelitian ini menunjukkan bahwa rata – rata menggunakan tisu malah mengurangi bakteri di tangan sebesar 77 persen. Mengapa hal ini dapat terjadi ? Lingkungan hangat menjadi tempat yang sangat disukai bakteri untuk hidup.

School of Biosciences melakukan studi dari tiga metode pengeringan tangan yang berbeda yaitu dengan menggunakan tisu dan hand dryer. Setiap metode pengeringan tersebut menghasilkan hasil yang berbeda secara radikal (berbeda jauh). Dan tebak hasilnya teman – teman ?? Hand dryer lah yang menjadi juara dimana terlihat peningkatan yang mengkhawatirkan terhadap jumlah bakteri yang ditemukan pada telapak tangan dan bantalan jari.

Bersamaan dengan studi di atas, para peneliti dari Universitas Bradford dalam jurnalnya yaitu Journal Of Applied Microbiology juga menemukan hal yang sama bahwa menggunakan hand dryer justru semakin meningkatkan penyeban jumlah bakteri di tangan. Penelitian ini bahkan dimuat pada Daily Express dan The Daily Telegraph. Dan bahkan The Telegraph mengatakan bahwa menggunakan hand dryer setelah mencuci tangan “sungguh sangat tidak hiegienis dan mungkin lebih baik untuk tidak mencuci tangan sama sekali”

As The Telegraph said that using a hand dryer after washing your hands “is so unhygienic that it might be better to not wash at all”

Penelitian lebih lanjut ini bahkan menjadi test dengan hasil terburuk yang menunjukkan bahwa hand dryer meningkatkan jumlah bakteri rata – rata 194 persen pada bantalan jari dan 254 persen pada telapak tangan.

Pasti temen – temen bertanya – tanya sebenarnya bakteri apa sih di balik hand dryer tersebut ? Penelitian oleh School of Biosciences ini mendapatkan hasil bahwa peningkatan dramatis terjadi dalam jumlah bakteri jenis Staphylococcus aureus, sejenis bakteri yang diketahui menyebabkan keracunan makanan bahkan bisul.

University of Westminster Senior Akademik Keith Redway mengatakan : “ Kehadiran semua jenis Staphylococcus aureus pada tangan pekerja dalam industri makanan atau bidang medis harus dianggap serius  jika peningkatan jumlah bakteri tersebut disebabkan oleh metode pengeringan tangan”.

Namun, bukan hanya jenis Staphylococcus aureus yang teridentifikasi, tentu masih banyak jenis lainnya. Hembusan udara hangat juga merupakan media yang sangat ideal bagi penyebaran bakteri seperti Salmonella sp dan Escherichia coli. Udah liat kan bakteri – bakterinya apa aja ? So stay health guys ….!!

Nah, sekarang sudah tau kan bagaimana hand dryer bisa menyebarkan bakteri – bakteri pada tangan kita serta bakteri yang seperti apa ? Kira – kira bagaimana solusi untuk mengantisipasi hal ini ? Gak mau kan abis mencuci tangan,  gak dikeringin karena takut terkena bakteri – bakteri nakal ? Gimana ya caranya ?

Seperti kata pepatah jangan pernah meninggalkan sejarah. Begitu pula dengan bentuk – bentuk budaya tradisional. Tau gakk ? Ternyata metode mengeringkan tangan yang paling efektif itu hanya menggunakan tisu. Masih berlanjut pada penelitian yang dilakukan oleh School of Biosciences menyatakan :

“The superior performance of paper towels over the two types of dryer in reducing the numbers of bacteria was shown with both the finger pads and the palms of the subjects,  said Keith Redway. Paper towels are the safest method. “  The test confirmed that paper towels are the safest method of drying your hands after washing. In all tests, paper showed a reduction of bacteria. The average decrease was 76 percent on the finger pads and 77 percent on the palms. Also, paper is not likely to contaminate the washroom environment or other users.

“Using paper towels results in a significant decrease in the numbers of bacteria on the hands, a clear advantage compared with the increases observed for both types of electric hand dryer tested in this study.  In addition, paper towels are far less likely to contaminate other washroom users and the washroom environment,” said Keith.

Artinya kurang lebih seperti ini nih..

“Bentuk unggul ditunjukkan oleh tisu dibandingkan dengan dua jenis hand dryer (yang digunakan sampel dalam penelitian bersamaan dengan tisu) dalam mengurangi jumlah bakteri yang terlihat baik pada bantalan jari dan telapak tangan. Tes menegaskan bahwa menggunakan tisu adalah metode yang paling aman dari mengeringkan tangan Anda setelah mencuci. Dalam semua tes, penggunaan tisu menunjukkan penurunan bakteri. Penurunan rata – rata adalah 76 persen pada bantalan jari dan 77 persen di telapak tangan. Dan juga tisu tidak akan mencemari lingkungan toilet atau pengguna lainnya”

“Menggunakan tisu menghasilkan penurunan yang signifikan dalam jumlah bakteri di tangan, keuntungan yang jelas dibandingkan dengan kenaikan  jumlah bakteri pada   kedua jenis hand dryer yang diuji dalam penelitian ini. Selain itu, tisu lebih kecil kemungkinannya untuk mencemari pengguna toilet lain dan lingkungan kamar kecil, “kata Keith.

Daftar Pustaka

Daniel R. Gustafson and Emily A. Vetter,2000, Effects of 4 Hand – Drying Methods For  Removing Bacteria From Washed Hands : A Randomazed Trial, Mayo Clin Pro.  

Keith Redway and Shameem Fawdar , 2009, European Tissue Symposium (ETS) “A Comparative Study Of Different Hand Drying Methods, London : School of Bioscienses and University Of Westminster

Journal of Applied Micribiology, 2010, Comparative Evaluation of The Hygienic Efficacy of an Ultra – rapid Hand dryer vs Conventional Warm Air Hand dryer, London, West Yorkshire : Bradford Infection Group, University Of Bradford

http://www.abc.net.au/science/articles/2011/02/15/3139197.htm

http://health.detik.com/read/2010/06/23/084631/1384402/766/disclamer.html

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/110155mesin_pengering_tangan_menyebar_bakteri

http://www.nytimes.com/2010/09/14/health/14real.html

http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1365-2672.2010.04838.x/full

http://www.snopes.com/medical/swineflu/handblower.asp

http://www.tork.com.au/Why-Tork/TorkHygiene/Warm-air-hand-dryers-increase-bacteria-on-hands/